Showing posts with label Wisata Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Wisata Yogyakarta. Show all posts

Thursday, August 31, 2017

Bersantai di Kafe Melcosh Kaliurang

Menuju tempat wisata Kaliurang Yogyakarta, janganlah Anda terburu-buru. Jika Anda dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Kaliurang, tepatnya di KM 23, di seputar Hargobinangun, Pakem, Sleman, rehatlah sejenak di sebuah kafe yang didesain alami dan asri yaitu Melcosh. Kafe ini terbilang luas, karena dipadu dengan keasrian dan hamparan kebun yang rindang. Dalam ulasan di laman myburumpi.wordpress.com, di Melcosh disajikan kopi lokal seperti Merapi Robusta, Toraja Sapan, Flores Bajawa dan masih banyak lagi.

Tentu, Anda dapat menyaksikan pula para pramusaji melakukan roasting dan grinding biji-biji kopi yang membuat semerbak harum kopi. Kopi di Melcosh memang terbilang enak. Dan, tidak hanya itu, minuman hangat lainnya juga pantas Anda coba semisal hot chocolate dan wedang uwuhnya yang seger. Di samping itu, disajikan menu kudapan yang bersifat tradisional, dari jadah bakar, goreng hingga tempe bacem.

[caption id="attachment_2338" align="aligncenter" width="4608"] Keunikan Kafe Melcosh yang hasil penjualannya disisihkan untuk membantu operasional dana pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Kafe Melcosh memang disengaja didirikan untuk tujuan mulia. Kafe ini berdiri di tanah milik Keuskupan Agung Semarang untuk membantu dana pendidikan bagi Yayasan Sanjaya. Harapannya, hasil penjualan di Kafe Melcosh disisihkan untuk membantu operasional dana pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. Untuk itu, saat ini Kafe Melcosh sudah dilengkapi juga dengan sarana pendidikan dari perpustakaaan dan ruang bina bagi para orang muda serta para guru.

Jam buka Kafe Melcosh pada pukul 11 siang hingga pukul 10 malam. Tentu jika Anda mengunjunginya, silahkan memilih suasana yang menurut Anda tepat. Jika Anda mengunjungi pada siang hari, maka Anda dapat merasakan asri dan rindangnya suasana diseputar Kafe Melcosh. Anda pun dapat berjalan-jalan di seputar kawasannya untuk menikmati alam, melihat proses penyimpanan dan pengolahan biji kopi, serta workshop pertanian, demlot dan pembinaan bagi orang muda. Namun jika Anda mengunjunginya pada malam hari, Anda akan merasakan suasana romantis dengan temaramnya lampu-lampu di seputar kafe. Apalagi, sekarang ini sudah dilengkapi area atas dan bawah. Area dimana Anda dapat memilih bangku-bangku untuk kelompok besar, atau bangku untuk berpasangan dengan suasana tenda yang syahdu dan nyaman.
Read more

Monday, August 28, 2017

Kulon Progo Akan Bangun Wisata Edukasi Taman Kerajaan Nusantara

Taman Kerajaan Nusantara rencana akan didirikan di Kulon Progo. Inimerupakan ide dari Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo yang disampaikan saat meluncurkan KULFEST-Festival Kampung Budaya di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata yang baru lalu.

"Kita juga akan membangun taman mini-nya kerajaan-kerajaan Indonesia. Namanya Taman Kerajaan Nusantara. Seluas 50 hektar, terinspirasi dari Kerajaan Gajah Mada yang ingin mempersatukan Nusantara," ungkap Hasto, dilansir dari Kompas.com.

Menyambut rencana beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 2019, Kabupaten Kulon Progo memang terus bersiap dengan menambah ragam destinasi wisatanya. Keunggulan di bidang budaya ini dimanfaatkan pemerintah setempat untuk membangun destinasi bersifat kebudayaan.

Taman kerajaan tersebut nanti akan mempersatukan 43 kerajaan dari seluruh Nusantara yang jaya pada masa lampau. Wisatawan bisa mempelajari masa kejayaan tiap kerajaan di Nusantara. Mereka akan disuguhkan kebudayaan khas masing-masing kerajaan, jejak dan bukti sejarahnya, hingga membuat kerajinan khasnya jika ada.

Ke-43 kerajaan tersebut dipilih berdasarkan bukti-bukti sejarah yang representatif untuk dikenalkan kepada wisatawan. Semuanya memiliki andil besar di Nusantara, memiliki kearifan lokal yang luar biasa, dan masih lengkap bukti-bukti fisiknya untuk dipamerkan dan dipelajari.

"Tahun ini sudah tahap DED, lalu perencanaan tersebut kita roadshow-kan ke Mendikbud, Menpar, juga bupati dan gubernur. Sementara ini sudah mendapat izin inventaris dari 43 kerajaan Nusantara," ungkap Hasto lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ide tersebut. Ia mengaku tertarik dengan gagasan unik yang memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, ide tamannya bagus sekali, marketing menjualnya akan mudah, karena orang akan berkunjung ke daerah-daerah asalnya. Jadi akan didukung sebagai attraction di Kulon Progo.

Selain itu, demi kesiapan daerahnya di 2019, Kulon Progo berencana membangun destinasi-destinasi lainnya yang berbasis kebudayaan, termasuk prasasti.

Menurut lifestyle.com, proyek ini akan menjadi alternatif bagi wisata berbasis kebudayaan untuk menarik wisatawan. Kehadiran wisatawan dipastikan akan menciptakan peluang berusaha bagi warga dalam berbagai versi. Selain itu, hal ini juga selaras dengan pengembangan wisata kawasan Utara Kulonprogo.
Read more

Sunday, August 27, 2017

The Captain Urban Lounge, Keunikan Restoran Berkonsep Pesawat

Restoran unik satu lagi di Jogja yang unik bagi saya adalah The Captain Urban Lounge. Bagaimana tidak, traveler pencinta kuliner akan dibawa ke dalam suasana bepergian di dalam pesawat. Konsep dekorasinya unik, keren, dan ‘wow’.

[caption id="attachment_2258" align="aligncenter" width="1600"] The Captain Urban Lounge, bersiaplah 'terbang' dan menuntaskan rasa ingin tahu sekaligus rasa lapar Anda. (foto: pulsk.com)[/caption]

The Captain Urban Loung ini, menurut chndradew.blogspot.co.id, mempunyai konsep pesawat terbang. Ketika masuk ke dalam tempat makanan ini , kita akan merasa seperti berada di dalam pesawat sungguhan. Tempat makanan ini dibuat menyerupai hanggar pesawat terbang lengkap dengan badan pesawat dan ornamen-ornamen yang ada di bandara.

Atmosfirnya membuat kita benar-benar merasa sedang berada di dalam hanggar sesungguhnya. Tidak tanggung-tanggung kepala pesawat dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai panggung pertunjukan musik yang ada pada hari hari tertentu. Dalam interiornya, The Captain menggunakan potongan kepala dari pesawat Foker 28.

Tempat duduk The Captain yang digunakan untuk makan pun merupakan tempat duduk asli dari pesawat dan bagian sisi pesawat digunakan sebagai dinding di beberapa bagian tempat ini. Pelampung pesawat pun juga digunakan sebagai interior, bahkan toilet di tempat ini pun juga menyerupai toilet di pesawat.

[caption id="attachment_2259" align="aligncenter" width="640"] Toilet dalam The Captain Urban Lounge. Benar-benar seperti dalam pesawat. (foto: 4.bp.blogspot.com)[/caption]

Menurut ratnanene.blogspot.co.id, The Captain ini menghabiskan dana miliaran rupiah untuk pembuatan bangunan dengan konsep unik semacam ini. Restoran ini sebenarnya sudah berdiri dari tahun 2014 tapi dengan manajemen yang berbeda dengan sekarang, perbedaan yang mencolok ada di menu-menu dan pengembangan konsep bangunannya.

Jika Anda penasaran, silahkan saja ke Jalan Damai No.41, Sleman, Yogyakarta. Operasionalnya mulai dari jam 17.00 sampai jam 00.00 WIB. Menu makanan & minumannya terbilang variatif kebanyakan western food dan, sebaiknya hati-hati bagi Anda yang tidak mengkonsumsi babi karena ada satu menu pork disana. Hindari menu 'Pork'.

Bagi Anda yang suka berfoto, suka mencari inspirasi untuk menciptakan sesuatu karya, suka bermain dan menjajal tempat yang baru Anda kunjungi, nah, cobalah kemari. Anda bisa berfoto tempat-tempat unik, seolah Anda sedang berada di dalam pesawat. Anda bisa juga menjajal menjadi kapten pesawat dengan merasakan berada di cockpit pesawat.  Oh ya, bagi Anda yang suka musik, ada live perform juga di The Captain di hari-hari tertentu lho.

 
Read more

Bong Kopitown, Penjara yang Tak Bakal Bikin Jera

Setiba di Jogja, saya diajak makan malam di Bong Kopitown, salah satu restoran unik di Jogja. Saya seperti diajak ke sebuah penjara yang tak bakal membuat jera. Keunikannya mulai terlihat dari bentuk bangunannya yang penuh dengan terali besi.  Wow, saya menunggu kejutan berikutnya di Bong Kopitown ini.

Bong Kopitown membuat saya berpikir, menikmati Jogja memang tak ada habisnya, kekaguman datang karena kreativitas orang-orang dalam mengelola kotanya. Banyak tempat maupun kegiatan penuh dengan kejutan, sehingga tak bosan berada di kota Gudeg ini.

Bong Kopitown yang menjadi restoran "penjara" pertama di Indonesia menyajikan menu khas Cina peranakan dari Medan dan Singkawang. Menu-menunya akan membuat Anda menjadi napi paling bahagia di dunia.

Bong Kopitowm adalah restoran yang menyajikan menu peranakan. Beberapa makanan yang bisa Anda pesan antara lain chicken nasi lemak, singkawang rojak, bong chicken curry, hainan chicken dan lain-lain. Di deretan minuman, Anda bisa mencicipi lychee tea, unripe mango ice chaved, kopi tetes, kopi ampas, kopi tarik, ying yang coffee and tea, es jeruk kalimantan dan masih banyak lagi. Semua menu rata-rata seharga tak lebih dari Rp. 30 ribu.

[caption id="attachment_2254" align="aligncenter" width="1600"] Menu yang dikemas seperti surat kabar, keunikan lain Bong Kopitown, karena gaya tulisan di dalamnya amat menarik. (foto: 3.bp.blogspot.com)[/caption]

Spounik.com mengulas hal seperti yang saya alami; demi memprovokasi pengunjung untuk mencicipi segala menu yang disajikan, pengelola Bong Kopitown membuat “koran” bernama “Old Town Post” yang menceritakan tentang 3 penjahat yang justru berniat menjalani hukuman karena ingin merasakan aneka menu “koki penjara” yang terkenal enak. Mereka adalah Lee, Ming dan Ken. Diceritakan bahwa Lee adalah seorang penjahat yang bertubuh mungil dan sangat licin serta pandai meloloskan diri. Pada akhirnya ia menyerahkan diri ke penjara karena penasaran dengan makanan yang bernama ote-ote. Penjahat kedua, Ming, terkenal pandai menyamar dengan julukan 1000 wajah. Ia pun mengikuti langkah Lee karena ingin menyantap Choi Pan. Sedangkan Ken adalah penjahat yang bertubuh gemuk, sangat pandai bersilat lidah dan mempengaruhi orang lain. Namun sifat rakusnya membuat ia memutuskan untuk menyerahkan diri karena juga tergiur dengan makanan penjara ini. Lelucon fiktif tersebut tentu saja menggelitik para pengunjung dan menumbuhkan hasrat makan.

Agar memperkuat suasana penjara, restoran yang memiliki tagline “the happiest prisoner on earth” ini mendesain interior ruangan dengan jeruji-jeruji besi. Dinding ruangan diplester dengan semen kasar. Kursi-kursi yang disediakan untuk para pengunjung pun bukanlah tempat duduk yang empuk. Beberapa diantaranya menggunakan kursi besi, sudut lainnya memakai kursi kayu.

Tidak hanya itu, pelayan Bong Kopitown didandani laksana petugas penjara. Walaupun tak berpenampilan lusuh dan garang namun mereka menggunakan seragam dengan aksen garis-garis hitam putih. Mirip sipir penjara tempo dulu. Namun Anda akan tetap dibuat cukup nyaman berada di dalam penjara.

Bong Kopitown terletak di jalan Sagan nomor 4. Ada kalanya restoran ini menggelar live akustik pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
Read more

Thursday, August 24, 2017

Keunikan Peyek Tumpuk Khas Bantul Yogyakarta

Adalah Mbok Tumpuk yang lahir di tahun 1942 di dusun Badegan, Bantul, Yogyakarta. Berbekal kemampuan yang diperoleh secara turun-temurun, pada tahun 1975 Mnok Tumpuk mencoba memproduksi geplak dan menjualnya. Perempuan tersebut memang lahir dari keluarga yang kesehariannya membuat geplak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Geplak adalah makanan yang terbuat dari kelapa dicampur gula pasir, saya sendiri lebih suka geplak gula jawa, dan sekarang sulit dicari.

Singkat cerita, berkat keuletan dan kerja kerasnya, usaha yang hanya bermula dengan membuat geplak telah berkembang menjadi toko oleh-oleh besar dengan dua produk andalan berupa geplak, jajanan tradisional khas Bantul, dan nama Mbok Tumpuk makin dikenal dan identik dengan oleh-oleh khas Bantul.

Dilansir dari www.mboktumpuk.com, seringnya Mbok Tumpuk membikin aneka makanan dai tahun 80-an, Mbok Tumpuk mencoba melakukan inovasi dengan membuat makanan yang bahan bakunya dari kacang tanah, tepung beras santan, dan bumbu dapur hingga dibikinlah peyek yang unik, berbeda dari peyek pada umumnya yang biasanya bulat dan pipih, ini dibuat dengan bentuk yang tidak beraturan, seperti bongkahan seolah bertumpuk-tumpuk. Hal inilah yang membuat respon masyarakat luar biasa dan malah menjadi khas dari Mbok Tumpuk. Maka, hingga kini bentuknya masih dipertahankan, bahkan menjadi ciri khas.

[caption id="attachment_2170" align="aligncenter" width="1600"] Suasana memasak peyek tumpuk yang masih tradisional. (foto: jajananjogja.com)[/caption]

Tidak hanya bentuknya yang masih dipertahankan, menurut Tribunews,com, bahan baku yang digunakan pun masih dipertahankan seperti saat pertama kali peyek ini dibuat. Diungkapkan Yahadi (49) karyawan Mbok Tumpuk yang sejak tahun 1984 bertugas memproduksi peyek, beras yang digunakan untuk membuat tepung pun tidak bisa sembarangan.

Beras yang digunakan adalah jenis IR 33. Sebelum digiling menjadi tepung, beras tersebut direndam terlebih dahulu selama semalam. Lebih lanjut dikatakan, untuk membuat adonan peyek, tepung beras tersebut dicampur dengan sejumlah bumbu seperti, kemiri, ketumbar, kencur, serta ditambahi telur kemudian diadoni menggunakan santan.

Setelah adonan siap, kacang tanah dimasukan, baru kemudian digoreng. Proses penggorengannya pun hingga tiga kali dengan menggunakan dua buah wajan. Tahap pertama ialah pembentukan peyek. Tahap kedua penggorengan hingga kering. Setelah peyek didinginkan semalam, pada hari berikutnya peyek digoreng kembali hingga kering.

"Pada proses penggorengan pertama dan kedua, suhu minyak di masing-masing wajan juga berbeda. Di wajan pertama minyaknya lebih panas. Di wajan kedua tidak perlu terlalu panas, karena jika terlalu panas nanti gampang gosong," ungkap Gudel.

Selain bentuk, yang juga spesial dari peyek ini adalah jumlah kacangnya yang banyak di setiap bongkahanya. Bagaimana tidak, perbandingan antara tepung beras dan kacangnya satu banding dua. Jadi setiap satu kilo tepung beras, diberi campuran dua kilo kacang tanah.

Dalam sehari Gudel menghabiskan 50 kilogram tepung beras dan sekitar 90 kilogram kacang tanah. Bahkan pada hari libur panjang, jumlahnya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Sama seperti membuat geplak, peyek pun masih diproduksi dengan cara tradisional menggunakan tungku kayu bakar.

Kedua jenis panganan produksi dari dapur Mbok Tumpuk ini hanya bisa anda dapatkan di toko oleh-oleh Geplak Mbok Tumpuk yang berada jalan KHA. Wahid Hasyim No.104 Bantul. Kedua oleh-oleh legendaris ini tidak dijual di tempat lain.
Read more

Tuesday, August 22, 2017

Sore-Sore di Pantai Ngobaran Gunung Kidul Yogyakarta

Sore-sore berjalan di pantai Ngobaran, Anda tentu dibuat terpana oleh pesona yang luar biasa. Eksotisme berbagai pantai dibelahan selatan Propinsi Yogyakarta, telah menjadi daya tarik tersendiri. Jika Anda meluangkan waktu untuk menyusurinya, jangan lupakan sebuah pantai kecil nan elok yang begitu indah, Pantai Ngobaran, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Mampirlah, ke Pantai Ngobaran, walau hanya sejenak. Pastikan Anda mampir sebelum sunset. Anda akan disuguhi pemandangan yang begitu menawan. Anda akan melihat eksotisme kawasan Pantai Ngobaran yang dikelilingi tebing karang terasa begitu syahdu. Tentu, didukung dengan adanya Pura di sekitar Pantai Ngobaran, akan menambah kecantikan suasana pantai. Tak heran, banyak wisatawan mengatakannya sebagai pantai selatan rasa Bali.

[caption id="attachment_2103" align="aligncenter" width="3264"] Pantai Ngobaran dan simpanan keindahannya. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Menurut laman piknikasik.com, Pantai Ngobaran dapat dikatakan sebagai pantai yang mencerminkan semangat toleransi beragama. Di pantai ini, ada Pura yang begitu indah, dan di seberangnya ada sebuah Masjid. Pada hari-hari tertentu, di Pantai Ngobaran ini pun ada upacara sesembahan sesaji oleh aliran kepercayaan tertentu.

Konon, istilah “Ngobaran” diambil dari peristiwa “pati obong” (pembakaran diri) Raja Brawijaya V karena terdesak oleh Kasultanan Demak yang dipimpin oleh anaknya sendiri. Sang raja diceritakan tidak akan melawan anaknya sehingga dirinya ingin moksa dengan melakukan ritual membakar diri. Saat pembakaran diri sang raja itu, kobaran api begitu besar dan luar biasa. Oleh karena itu, dinamailah pantai itu sebagai Pantai Ngobaran.

[caption id="attachment_2104" align="aligncenter" width="3264"] Menikmati luasnya laut di tepi Pantai Ngobaran, Gunung Kidul, Yogyakarta. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Pantai Ngobaran memang terletak lebih dekat dari Kota Yogyakarta. Walaupun sudah masuk Kabupaten Gunung Kidul, namun posisinya terletak di di daerah desa Kanigoro yang merupakan daerah Gunung Kidul paling barat daya, berdekatan dengan Kabupaten Bantul, tepatnya daerah jalur Imogiri.

Maka, jika Anda akan ke Pantai Ngobaran, melalui Yogyakarta, ambil melalui jalur Imogiri. Dan, sekali lagi jangan lupa, silahkan mampir di Pantai Ngobaran pada sore sebelum sunset. Anda akan menjumpai suasana yang begitu syahdu dan kontemplatif. Apalagi, di hari-hari biasa yang sepi, burung walet bertebaran turun, karang pantai yang menjulang akan memberikan suasana semakin khidmat.

 
Read more

Monday, August 21, 2017

Pizza Gudeg di Kota Gudeg

Nah, kini Anda bisa dapatkan pizza gudeg di Kota Gudeg. Bagaimana ya rasanya? Tentu bagi penggemar pizza, sulit bisa dibayangkan cita rasa Itali dan Jogja ini bila dipadu. Nampaknya masih sangat jarang meski sebenarnya keunikan masakan ini sudah cukup terkenal.

Adalah Chef Anton Yanwar Susilo, Executive Chef Hotel Dafam Fortuna Yogyakarta, yang meracik menu unik ini. Kreasinya dinamakan PAIJO, yaitu Pizza Ala Indonesia Jogja. Tantangannya adalah menghadirkan sebuah makanan yang berasal dari negara Itali dengan cita rasa tradisional Jogja. Di tangan Chef Anton inilah, semuanya menjadi mungkin.

[caption id="attachment_2088" align="aligncenter" width="960"] PAIJO. Pizza gudeg ala Chef Anton, Hotel Dafam Fortuna, Malioboro, Yogyakarta. (foto: Dafam Instagram)[/caption]

Anda yang datang dan mencicipi PAIJO, akan dapat menikmati kelezatan pizza gudeg ini dan dapat merasakan sensasi yang berbeda di setiap potongnya. Menurut harianjogja.com, tidak hanya pizza gudeg PAIJO saja tetapi Hotel Dafam Fortuna, Malioboro, Yogyakarta juga menyajikan MAS TOGE atau Masakan Soto Iga Empuk. Menu ini dapat ditemukan di Lotus Sky Lounge Hotel Dafam Fortuna Malioboro Yogyakarta. Para tamu dapat merasakan sensasi rasa dan cara memasak yang berbeda dari iga, dimana iga tersebut disajikan dalam masakan soto yang disajikan dengan nasi putih, jeruk nipis, dan sambal.

Harga PAIJO dengan topping khas Daerah Istimewa Yogyakarta ini Rp. 69.999,- Anda bisa datang dan menilai sendiri apakah harga yang ditawarkan sudah cukup sepadan dengan sensasi keunikan nikmatnya pizza yang Anda dapatkan.

[caption id="attachment_2089" align="aligncenter" width="959"] Suasana Heavenly Pizza dengan keunikan pizza gudegnya. (foto: CJ Qurotul Ayun)[/caption]

Tak hanya di Hotel Dafam Fortuna, Heavenly Pizza yang dimotori Irvan Nugroho juga menyajikan menu yang sama. Racikannya tak hanya gudeg lengkap seperti sayur, krecek, telur manis lengkap dengan arehnya, tetapi pizza ini juga disajikan dengan lelehan keju mozarella dan saus pizza yang menambah kuat aroma dan rasa dari pizza tersebut.

Selain pizza gudeg, Heavenly Pizza juga menyajikan Pizza rendang dan juga pizza sate. Berada di kawasan Tamansari,Yogyakarta. Harganya berkisar tiga puluh ribuan hingga enam puluh ribuan. Sepadan dengan lokasinya yang bak taman yang indah dan unik dengan angin sepoi-sepoi. Wisatawan mancanegara juga banyak berdatangan ke Heavenly Pizza ini demi menebus rasa penasaran akan pizza gudegnya.

 
Read more