Showing posts with label Bangunan Tua. Show all posts
Showing posts with label Bangunan Tua. Show all posts

Monday, August 28, 2017

Gereja Blenduk Semarang, di Sarang Bangunan Tua

Bangunan yang memiliki gaya Pantheon ini dikenal dengan Gereja Blenduk. Gereja Blenduk Semarang ini menurut betulcerita.blogspot.co.id merupakan Gereja yang dibangun pada 1753, merupakan salah satu landmark di Kota Lama. Dipugar tahun 1984 oleh arsitek HPA de Wilde dan Westmaas.

Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Bentuknya lebih menonjol. Lokasi bangunan ini berada di Jalan Letjend Suprapto No 32 Kota Lama Semarang dan bernama Gereja GPIB Immanuel.

[caption id="attachment_2286" align="aligncenter" width="1600"] Taman Srigunting yang terhampar di samping Gereja Blenduk. (foto: 4.bp.blogspot.com)[/caption]

Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal yang secara vertikal terbagi atas tiga bagian. Jumlah lantainya adalah dua buah. Bangunan ini menghadap ke Selatan.

Setiap hari Minggu, gereja ini masih digunakan untuk peribadatan. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda seperti Gedung Marba. Bisa dikatakan, Gereja Blenduk berada di sarangnya bangunan tua Kota Semarang.

Gereja Protestan yang lazim disebut Gereja Blenduk nama ini diberikan merunut pada bentuk kubahnya yang dalam bahasa Jawa disebut Blenduk (menggembung), sampai sekarang nama asli gereja ini tidak diketahui.

Setiap renovasi diabadikan lewat tulisan di atas batu marmer yang terpasang di bawah alter gereja. Renovasi-renovasi tersebut sama sekali tidak merubah ciri khas bangunan yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa klasik yang anggun dan aristokrat.

Gereja Blenduk ini memiliki denah octagonal atau segi delapan beraturan dengan ruang induk di tengah, tepat di bawah kubah. Di bagian atas gereja, tepatnya di balkon masih terlihat organ (orgel) peninggalan jaman Belanda yang sudah berusia ratusan tahun. Sayang orgel ini sudah tidak bisa difungsikan lagi sebagai pengiring saat jemaah gereja bernyanyi.

Selain berfoto, anda bisa berjalan-jalan di Taman Srigunting yang rindang dan segar oleh semilir angin. Di sekitarnya terdapat bangunan-bangunan tua Kota Lama yang menarik untuk diabadikan. Di waktu tertentu juga digelar semacam pasar yang menjual barang bekas. Bagi Anda yang suka mengoleksi barang-barang kuno, akan disuguhi perabotan unik, menarik dan kuno.

Bangunan kuno ini juga sering menjadi salah satu tempat untuk foto foto pre-wedding lho.

 
Read more

Saturday, August 19, 2017

Sisi Lain Mitos Taman Sari Yogyakarta

Jika Anda mengunjungi kompleks pemandian raja Taman Sari Yogyakarta, akan ada banyak cerita mitos mengenai kecantikan dan eloknya Taman Sari ini. Biasanya cerita berkisar mengenai sisi erotis kenimatan raja memandang para selir yang sedang mandi.

Cerita lalu bergulir dengan begitu liar mengenai fungsi Taman Sari yang dipandang sebagai bentuk voyeurism para kerabat penguasa menikmati waktu senggangnya bersama para putri dan selir cantik. Biasanya sudut-sudut kamar yang ada di Taman Sari pun, diceritakan sebagai saksi sejarah sensasional mengenai skandal kenikmatan seksual, khususnya yang dikenal dengan Umbul Pamuncar.

Namun, bernarkah, bahwa Taman Sari menyimpan mitos cerita erotik yang begitu terkenal dari mulut ke mulut itu. Jika Anda bertanya pada para pemandu, maka cerita-cerita itu akan diceritakan sebagai sesuatu yang dibiarkan misterius untuk memberikan kesan sensasional.

[caption id="attachment_2022" align="aligncenter" width="2069"] Berada di dalam bangunan tua Taman Sari, kesan mistis tertangkap kuat. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Padahal jika Anda telisik lebih mendalam, Taman Sari merupakan sebuah perpaduan arsitektur indah dari Hindu, Cina, Eropa, dan Islam yang dibangun sebagai taman peristirahatan bagi kerabat kerajaan. Menurut berbagai laman yang ada, salah satunya dari laman akarasa.com, Taman Sari dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Hingga saat ini pun, masih banyak perdebatan, siapa sebenarnya arsitek bangunan Taman Sari. Ada yang mengatakan bahwa bangunan Taman Sari dirancang oleh seorang Portugis bernama Demang Tegis, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa bangun tersebut dirancang oleh orang Jawa bernama R. Ronggo Prawirosentiko yang mencoba mengadopsi bangunan Portugis.

Tentu misteri itu, akan menambah kemenarikan Anda ketika mengunjungi Taman Sari ini. Sebenarnya dalam sejarah tempat pemandian di dunia, ada banyak kajian yang menyiratkan segi kultural praktik tempat pemandian. Suemedha Sood dalam bbc.com travel, “The origins of bathhouse culture around the world” memberikan kajian menarik, bahwa praktik pemandian sudah ada semenjak ribuan tahun sejak zaman neolitik. Bahkan salah satu pemandian umum paling awal di dunia dibangun di Lembah Indus sekitar 2500 sebelum Masehi di kota Mohenjo-daro. Para antropolog mengatakan bahwa hal itu mungkin digunakan juga sebagai kuil, karena mandi dan kebersihan sangat terkait dengan kepercayaan agama.

Namun, sekitar tahun 300 sebelum masehi, praktik pemandian itu diadopsi oleh orang Romawi, menjadi peristirahatan dan rekreasi bagi para orang kaya. Biasanya, ada banyak kerumunan laki-laki dan perempuan mandi telanjang bersama. Nah, hal itulah yang akhirnya membawa citra budaya dan norma sosial yang berkembang dengan kebiasaan dan etiket yang berbeda, terutama soal pemandian umum.

Mungkinkah, mitos pemandian Taman Sari hanya ditujukkan sebagai pemandian sensasional tersebut? Silahkan Anda kunjungi dan temukanlah misterinya disana.

 

 
Read more